Polisi Sebut Kericuhan di Grahadi Ulah Perusuh, Bukan Pendemo

Senin, 29 Juni 2026 – 12:37 WIB
Polisi Sebut Kericuhan di Grahadi Ulah Perusuh, Bukan Pendemo - JPNN.com Jatim
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiyawan (tengah). Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiyawan menyatakan kericuhan yang terjadi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6) dilakukan oleh kelompok perusuh, bukan peserta aksi unjuk rasa.

Menurut Luthfie, kelompok tersebut tidak menyampaikan aspirasi sebagaimana layaknya demonstrasi, melainkan datang untuk memicu kericuhan.

"Semua tersangka pekerjaannya swasta dan bukan dari pihak pendemo," kata Luthfie, Senin (29/6).

Dia menjelaskan, aksi itu berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB atau di luar jam kerja. Karena itu, menurutnya, tidak ada lagi pejabat yang dapat ditemui untuk menyampaikan aspirasi.

Selain itu, polisi juga menyoroti adanya ajakan di media sosial untuk bermain bola di depan Grahadi.

"Ada ajakan, 'Ayo main bola, sekalian lihat demo.' Nah, ini tersangka tertarik lalu kemudian datang ke lokasi," ujarnya.

Petugas, kata Luthfie, sempat memberikan imbauan secara persuasif agar massa membubarkan diri setelah melewati batas waktu yang telah disepakati. Namun, situasi berubah ketika sekelompok orang mulai melakukan provokasi dengan melempari batu ke arah petugas dan memblayer sepeda motor.

Dari rekaman CCTV dan video yang dikumpulkan penyidik, polisi melihat adanya kelompok yang mengenakan hoodie, penutup kepala, dan masker.

Kapolrestabes Surabaya menyebut kericuhan di Grahadi dilakukan perusuh, bukan pendemo. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka, 14 lainnya dipulangkan.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News