Pesan DPP LDII untuk Jemaah Haji yang Baru Pulang: Jangan Hanya Saleh Secara Pribadi
Ketiga, berperan sebagai penggerak ekonomi umat melalui zakat, infak, sedekah, serta pemberdayaan ekonomi untuk membantu mengurangi kemiskinan dan kebodohan.
Dody meyakini jika ratusan ribu jemaah haji Indonesia setiap tahun kembali dengan semangat perubahan yang sama, hal itu dapat menjadi modal sosial besar untuk mewujudkan Indonesia yang maju, religius, dan berkeadilan.
Senada dengan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Aini sekaligus anggota Majelis Pakar DPP LDII KH Aceng Karimullah mengatakan ibadah haji sejak dahulu memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sosial.
Menurut KH Aceng, pada awal abad ke-20, ibadah haji menjadi ruang pertemuan umat Islam dari berbagai negara untuk bertukar pemikiran, termasuk gagasan perjuangan memperbaiki nasib umat.
"Mereka yang memiliki minat yang sama akan bertemu saat haji, termasuk orang-orang yang memiliki minat politik dalam memperjuangkan nasib umat Islam," ujar KH Aceng.
Dia menjelaskan para tokoh yang pulang dari Tanah Suci dengan semangat perjuangan sering mendapat perhatian dari pemerintah kolonial Belanda karena dianggap membawa gagasan perubahan.
Lebih lanjut, KH Aceng mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa tanda haji mabrur dapat terlihat dari perilaku yang semakin santun dan meningkatnya kepedulian terhadap sesama.
Menurut dia, seseorang yang meraih haji mabrur akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan, menjauhi hal yang haram dan syubhat, serta semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah.
DPP LDII mengingatkan jemaah haji yang kembali ke Tanah Air agar menjadi pelopor perubahan sosial dan tidak hanya fokus pada kesalehan pribadi.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News