Dishub Jatim Buka Suara soal Usulan Kenaikan Tarif Angkutan Umum
"Kami sudah berbicara dengan Organda, tetapi belum intensif karena masih menunggu kebijakan eskalasi dari pusat. Kalau tidak ada kebijakan itu, kami juga tidak akan mengambil langkah," ujarnya.
Dia menjelaskan sebagian besar angkutan umum di Jawa Timur masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Karena itu, setiap perubahan kebijakan energi nasional akan berdampak terhadap struktur biaya operasional transportasi.
Dishub Jatim memilih berhati-hati agar keputusan yang diambil tetap menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha transportasi dan kemampuan masyarakat dalam membayar tarif.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan layanan angkutan umum dan kemampuan masyarakat dalam membayar tarif transportasi. (antara/mcr12/jpnn)
Dishub Jatim masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait usulan kenaikan tarif angkutan umum dan penyeberangan.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News