180 Peserta Ramaikan EastFood dan EastPack Surabaya 2026, Siap Dongkrak Ekonomi Jatim
Ketua Komite Bakat Boga Surabaya 2026 Mathias Faisal Martadinata atau Chef Tius mengatakan kompetisi tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan keterampilan, kreativitas, dan profesionalisme bagi pelaku industri kuliner.
Menurutnya, delapan kategori yang diperlombakan mencakup hidangan utama, pastry, bakery, jajanan pasar, rawon, soto ayam, hingga pizza dengan sentuhan cita rasa Indonesia.
"Tingginya minat peserta pada kategori makanan Indonesia menunjukkan kuliner Nusantara masih menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi para chef dan pelaku usaha," kata Chef Tius.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Yudi Ariyanto menilai EastFood memiliki peran strategis dalam memperkuat industri makanan dan minuman yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Timur.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026 mencapai 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Adapun nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) industri makanan dan minuman Jawa Timur pada 2025 tercatat mencapai Rp451 triliun, meningkat dibandingkan Rp290 triliun pada 2021.
"Industri makanan dan minuman menjadi sektor dengan jumlah pelaku usaha dan tenaga kerja terbesar di Jawa Timur," ujarnya.
Kabid Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Haryo Bimo Bramantyo menyebut pameran tersebut menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat jaringan bisnis.
EastFood dan EastPack Surabaya 2026 menghadirkan 180 peserta, kompetisi memasak, seminar industri, hingga demonstrasi teknologi pengemasan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News