Rupiah Melemah dan BBM Naik, LDII Ajak Masyarakat Hidup Sederhana & Produktif
Sebaliknya, dia mendorong penguatan solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah untuk membantu kelompok masyarakat yang lebih terdampak.
Menurutnya, kepedulian sosial dapat menjadi bantalan yang efektif dalam meredam dampak gejolak ekonomi di masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan Ekonom Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sekaligus Sekretaris Majelis Pakar DPP LDII Ardiyo Bhinadi.
Dia menilai tekanan ekonomi saat ini dipengaruhi berbagai faktor global, mulai ketidakpastian pasar keuangan, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Kondisi tersebut berdampak pada biaya produksi, harga barang kebutuhan, dan daya beli masyarakat.
"Dalam situasi seperti ini, prinsip muzhid dan mujhid relevan diterapkan secara seimbang, baik oleh masyarakat maupun pemerintah," ujar Ardito.
Menurut dia, masyarakat perlu hidup hemat, cermat, dan produktif, sementara pemerintah harus mengedepankan efisiensi anggaran, memperkuat sektor produktif, menjaga stabilitas harga, memperluas lapangan kerja, serta mendukung UMKM.
"Ketahanan ekonomi tidak hanya dibangun dari penghematan masyarakat, tetapi juga dari kebijakan publik yang efektif, adil, dan produktif," katanya.
LDII mengajak masyarakat menerapkan prinsip muzhid dan mujhid sebagai strategi menghadapi tekanan ekonomi akibat pelemahan rupiah dan inflasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News