Perbakin Surabaya Akui Kecolongan, Tak Menyangka Pengurusnya Terjerat Kasus Pelecehan
Menurut Hadi, rasa percaya dari orang tua atlet diduga menjadi salah satu faktor yang membuat pengawasan terhadap aktivitas di luar jam latihan menjadi berkurang.
“Ketika kepercayaan itu sudah terbentuk, mungkin ada kelengahan. Nah, dari situlah diduga kesempatan itu dimanfaatkan oleh terduga,” katanya.
Meski demikian, Perbakin Surabaya menegaskan tidak akan menoleransi tindakan yang merugikan atlet. Organisasi telah menonaktifkan terduga dari kepengurusan dan menyatakan berpihak kepada korban.
Selain mendukung proses hukum, Perbakin juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan atlet agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami ingin menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. Ke depan pembinaan atlet harus lebih terstruktur, lebih terawasi, dan mengutamakan keselamatan anak-anak,” ucap Hadi. (mcr23/jpnn)
Perbakin Surabaya mengaku kecolongan dalam kasus dugaan pelecehan atlet. Terduga selama ini dinilai beritikad baik dan aktif membina atlet
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News