Stefani Gabriela Luncurkan Buku tentang Trauma Keluarga dan Proses Healing
Menurut dia, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi generasi pertama yang memutus rantai trauma dan membangun keluarga yang lebih sehat.
"Misi hidupku sederhana, creating the family I wish I had dan aku percaya siapa pun bisa menjadi generasi pertama yang memilih itu," katanya.
Stefani memilih pendekatan yang jujur dan dekat dengan realitas sehari-hari. Karena itu, buku ini tidak menawarkan solusi instan, melainkan menemani pembaca memahami proses penyembuhan yang sering kali tidak mudah.
Sejalan dengan isi buku, acara Teman Curhat juga dirancang sebagai ruang refleksi yang melibatkan peserta secara langsung.
Peserta diajak menuliskan pengalaman atau luka yang selama ini dipendam, berbagi cerita dalam suasana yang empatik, hingga mengikuti simbolisasi melepaskan trauma dengan memotong kertas berisi beban emosional yang ingin ditinggalkan.
"Aku ingin setiap orang yang datang pulang dengan perasaan lebih ringan. Bukan karena masalahnya selesai, tetapi karena mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian," tuturnya.
Stefani berharap buku tersebut dapat menjadi teman perjalanan bagi siapa saja yang sedang berusaha memahami dirinya sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan membangun masa depan yang lebih sehat secara emosional. (mcr12/jpnn)
Content creator asal Surabaya Stefani Gabriela meluncurkan buku perdana tentang trauma keluarga, inner child, dan proses healing yang dialami generasi muda.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News