Angkat Isu Gen Z, Mahasiswa UC Terjemahkan Emosi dalam Musik Menjadi Karya Visual
“Karya desain tidak lagi berfungsi sekadar menyampaikan informasi, melainkan menjadi medium untuk membangun pengalaman, memantik refleksi, dan menghadirkan koneksi emosional yang lebih mendalam,” ucap Pandu.
Ketua pameran Benaya Christofer F mengatakan konsep pameran terinspirasi dari synesthesia, fenomena yang menggambarkan keterhubungan antarindra, seperti melihat warna ketika mendengar suara tertentu.
“Biasanya musik hanya didengar. Dalam pameran ini kami mencoba menerjemahkan musik menjadi pengalaman visual yang bisa dilihat dan dirasakan. Setiap karya memiliki cerita, suasana, dan emosi yang berbeda sesuai pengalaman kreatornya,” kata Benaya.
Dia menambahkan seluruh karya yang dipamerkan lahir dari proses kreatif yang cukup panjang. Mahasiswa tidak hanya mendesain visual, tetapi terlebih dahulu menciptakan lagu sebagai fondasi utama sebelum mengembangkan konsep visual yang selaras dengan pesan yang ingin disampaikan. (mcr12/jpnn)
Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya menggelar pameran visualisasi emosi lewat musik dan desain.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News