Berawal Dari Titip Anak Berujung Asusila, Begini Kronologi Pelecehan Atlet Menembak
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aktivitas latihan bagi atlet Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) di Surabaya yang masih di bawah umur berubah menjadi petaka.
Pasalnya, dia diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual dari pelatihnya sendiri. Ironis, tindakan tak senonoh itu dilakukan sebanyak enam kali dengan modus menagih hukuman.
Ayah korban JPZ menceritakan dugaan pelecehan itu bermula saat korban dan pelatih pertama kali berkenalan pada akhir tahun 2024 untuk melakukan latihan rutin.
"Kami dampingi terus selaku orang tuanya waktu latihan. Ketika istri saya hadir, saya berhalangan hadir untuk mendampingi sehingga mempercayakan kepada pelatih," kata JPZ ditemui, Kamis (11/6).
Kemudian, Ayah korban menitipkan pesan kepada pelatih agar putrinya dibantu untuk mengasah kemampuan menembaknya.
Mereka mengakui bahwa keterbatasan waktu menjadi penghalang mendampingi putrinya latihan.
"Pak, kalau bisa saya titip anak saya ke Bapak, soalnya dari segi orang tua, orang tua pun saya kerja, istri saya juga ada anak kecil, enggak bisa untuk mengawasi dan menjemput atau mendampingi anak saya di dalam latihan," kata JPZ kepada pelatih saat itu.
Pesan itu dibalas hangat oleh terduga pelaku. Dia meminta agar tidak khawatir mengenai jadwal latihan putrinya.
Kronologi atlet Perbakin dilecehkan oleh pelatihnya, modusnya bermula dari hukuman menggelitik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News