Khofifah Pastikan Bahan Pokok Terjangkau, Pasar Murah Diserbu Warga Ngawi
"Ketika terdapat komoditas tertentu yang mengalami kenaikan harga, Pemprov Jatim akan berupaya menghadirkannya dalam pasar murah agar masyarakat tetap dapat menjangkaunya," katanya.
Menurut Khofifah, keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai Bulog, pemerintah kabupaten/kota, distributor, pelaku usaha, hingga kelompok tani.
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menjaga pasokan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil," tuturnya.
Dia menambahkan stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pasar murah yang rutin digelar di berbagai daerah di Jawa Timur diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi.
"Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan. Dengan pasokan yang cukup dan harga yang stabil, masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih tenang," ungkapnya.
Khofifah berharap berbagai upaya yang dilakukan bersama dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
"Insyaallah, melalui berbagai ikhtiar yang kita lakukan bersama, stabilitas harga pangan di Jawa Timur dapat terus terjaga dan masyarakat semakin sejahtera," pungkasnya. (antara/mcr12/jpnn)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di Ngawi. Beras premium dijual Rp14 ribu per kg dan cabai Rp5 ribu per 200 gram.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News