Tim SAR Berjuang Evakuasi Pendaki Semeru dari Jurang, Diperkirakan Selesai Malam Ini
“Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue dan dengan metode ini evakuasi bisa dilakukan secara bertahap,” katanya.
Proses evakuasi sebenarnya telah dimulai sejak Kamis (4/6) siang, setelah tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi korban dan lima pendaki lainnya.
Korban kemudian diposisikan di atas tandu fleksibel sebelum ditarik secara bertahap menuju titik yang lebih aman.
Selama proses tersebut, sejumlah personel SAR melakukan pengawalan di sisi kanan dan kiri tandu untuk memastikan keselamatan korban. Penarikan dilakukan secara bergantian mengingat medan yang terjal dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Nanang menjelaskan korban akan terlebih dahulu dievakuasi dari dasar jurang menuju titik kumpul tim SAR gabungan yang berada di atas. Setelah itu, korban akan ditandu menuruni jalur pendakian menuju posko evakuasi.
“Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR gabungan yang ada di atas. Baru kemudian dari atas akan ditandu untuk turun menuju ke posko,” jelasnya.
Tim SAR memperkirakan proses evakuasi hingga tiba di posko akan selesai pada Jumat malam. Estimasi tersebut bergantung pada kondisi fisik korban, kesiapan personel di lapangan, serta cuaca di kawasan Gunung Semeru. (mcr23/jpnn)
Pendaki Gunung Semeru yang terperosok ke jurang sedalam 375 meter masih dievakuasi. Tim SAR gabungan menggunakan metode slope rescue di medan curam
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News