Pendaki Terperosok ke Jurang Semeru Masih Dievakuasi, Tim SAR Hadapi Medan Terjal
Menurut dia, jalur tersebut bukan akses resmi pendakian wisata yang dikelola TNBTS. Selain itu, pendakian menuju puncak Gunung Semeru hingga saat ini masih ditutup karena aktivitas vulkanologi.
"Jalur yang digunakan bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola oleh Balai Besar TNBTS, hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup sehubungan dengan aktivitas vulkanologi," kata Rudijanta.
Informasi mengenai kecelakaan itu pertama kali diterima pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban sempat menghubungi keluarganya dan menyampaikan bahwa dirinya terjatuh di lereng Gunung Semeru serta membutuhkan pertolongan.
Korban juga sempat mengirimkan titik koordinat lokasi sebelum komunikasi terputus. Keluarga kemudian berkoordinasi dengan Koramil Tirtoyudo dan Koramil Ampelgading untuk melakukan pencarian.
"Pada 1 Juni 2026, pukul 22.00 WIB, ayah korban bersama enam warga menuju ke lokasi (melakukan pencarian)," ucapnya.
Korban akhirnya ditemukan pada Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi masih hidup. Namun, proses evakuasi terkendala medan yang curam, terjal, dan minim akses.
"Korban mulai dibawa turun menuju posko evakuasi, tenaga kesehatan dan ambulans sudah disiagakan. Kami terus memantau perkembangan situasi penanganan," kata dia. (antara/mcr12/jpnn)
Tim SAR gabungan masih mengevakuasi pendaki berusia 18 tahun yang terperosok ke jurang di lereng Gunung Semeru. Medan terjal menjadi kendala utama.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News