BMKG Ungkap Penyebab Malam Hari di Surabaya Terasa Lebih Dingin, Ternyata karena Ini

Rabu, 03 Juni 2026 – 11:06 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Malam Hari di Surabaya Terasa Lebih Dingin, Ternyata karena Ini - JPNN.com Jatim
Ilustrasi suasana di Kota Surabaya yang saat malam menuju pagi hari terasa dingin merupakan fenomena bediding. Foto: Arry Saputra/JPNN.

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Surabaya dan sekitarnya telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hari, sementara suhu meningkat dan terasa lebih panas saat siang hari.

Prakirawan BMKG Juanda Restina Wardhani menjelaskan fenomena tersebut dipengaruhi minimnya tutupan awan selama musim kemarau.

"Suhu udara terasa dingin terutama di wilayah Surabaya dan sekitarnya karena telah memasuki musim kemarau," kata Restina saat dikonfirmasi, Selasa (3/6).

Menurut dia, berkurangnya tutupan awan pada malam hari membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu udara terasa lebih dingin.

"Pada malam hari tutupan awan lebih sedikit yang mengakibatkan suhu terasa dingin. Pada siang hari suhu akan terasa panas," ujarnya.

BMKG memperkirakan suhu terendah di Surabaya dan sekitarnya pada hari ini mencapai 26 derajat Celsius.

Fenomena udara dingin pada malam hari tersebut diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

BMKG menyebut Surabaya telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini membuat udara terasa lebih dingin pada malam hari dan lebih panas saat siang hari.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News