BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Kapal di Tanjung Perak Antisipasi Hantavirus

Rabu, 20 Mei 2026 – 21:00 WIB
BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Kapal di Tanjung Perak Antisipasi Hantavirus - JPNN.com Jatim
Arus penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mulai meningkat menjelang Lebaran 2026. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap kapal internasional yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak menyusul laporan kasus hantavirus pada kapal pesiar MV Hondius.

Pengawasan diperketat terutama bagi kapal maupun penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit.

Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena mekanisme pengawasan kesehatan di pintu masuk negara telah berjalan rutin sesuai standar kekarantinaan kesehatan.

“Terkait kewaspadaan penyakit virus hanta, pengawasan terhadap kapal internasional memang kami tingkatkan. Namun masyarakat tidak perlu panik karena sistem pengawasan di pintu masuk negara sudah berjalan sesuai SOP kekarantinaan kesehatan,” kata Rosidi, Rabu (20/5).

Dia menjelaskan, kewaspadaan khusus dilakukan terhadap kapal maupun pelaku perjalanan yang memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara yang melaporkan kasus hantavirus.

Negara yang menjadi perhatian antara lain Finlandia, Jerman, Swedia, Chili, Argentina, Panama, Korea Selatan, China, dan Taiwan.

Selain itu, BBKK juga memperketat pengawasan terhadap kapal yang memiliki keterkaitan dengan klaster kasus kapal pesiar MV Hondius yang membawa penumpang dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Belanda, Jepang, hingga Filipina.

Rosidi menjelaskan, sebelum kapal memperoleh izin sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, petugas BBKK bersama otoritas pelabuhan akan melakukan serangkaian pemeriksaan teknis kekarantinaan.

BBKK Surabaya meningkatkan kewaspadaan virus hanta di Pelabuhan Tanjung Perak dengan memperketat pemeriksaan kapal internasional
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News