3.600 Lulusan SMK dan LKP Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Siap Banggakan Orang Tua
“Setelah lulus ujian kaigo dan memperoleh sertifikasi, visa pekerja bisa ditingkatkan menjadi visa perawat dengan masa tinggal tidak terbatas,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Desy Novianti dari SMK PGRI 1 Mejayan, Kabupaten Madiun. Lulusan jurusan Farmasi itu akan bekerja di perusahaan pengolahan makanan Musashino di Kyoto, Jepang, dengan fokus produksi makanan bento.
“Belajar bahasa Jepang sudah sejak kelas tiga dan sekarang sudah N4. Saya ingin mengubah ekonomi keluarga dan mencari pengalaman,” tutur Desy.
Anak buruh tani tersebut mengaku ditawari gaji sekitar Rp16 juta per bulan melalui program kerja Tokutei Ginou selama tiga tahun sebelum melanjutkan pengurusan visa kerja jangka panjang.
Selain Jepang dan Turki, program kerja luar negeri juga diminati peserta tujuan Malaysia.
Andini Candra Ningtyas, alumni SMKN 2 Jombang tahun 2025 yang kini mengikuti pelatihan di LKP NCL Madiun, memilih Malaysia karena lokasinya lebih dekat dengan Indonesia.
“Kami dibantu bahasa Inggris dan persiapan wawancara sebelum berangkat. Di sini juga diajari kuliner, HACCP, sertifikat higienitas hingga penjualan,” ujar Andini.
Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP dilepas untuk bekerja di luar negeri melalui program kebekerjaan Kemendikdasmen.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News