3.600 Lulusan SMK dan LKP Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Siap Banggakan Orang Tua
“Kami sudah melewati asesmen fisik seperti sit up, push up, dan lari. Minggu depan mulai kursus bahasa Inggris selama lima bulan dan semuanya gratis,” ujar Dwi.
Dia menilai peluang kerja di luar negeri memberikan pengalaman lebih luas sekaligus penghasilan yang lebih besar.
Program tersebut diawali dengan penjaringan minat siswa dan melalui lima tahapan seleksi, mulai asesmen fisik, kursus bahasa, tes psikologi hingga medical check up.
Pemerintah memberikan bantuan sekitar Rp100 juta per sekolah. Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan industri dengan dukungan pembiayaan sekitar Rp35 juta yang nantinya dibayarkan melalui sistem potong gaji setelah peserta bekerja.
Sementara itu, Rizki Tegar Saputra, alumni SMKN 1 Tulungagung yang kini menjalani pelatihan di LKP Duta Mandiri Indonesia Tulungagung, memilih bidang caregiver di Jepang karena terinspirasi pengalaman tinggal bersama neneknya.
“Di LKP diajari caregiver dari awal dan praktik di panti lansia. Saya sebenarnya minat di pertanian, tetapi caregiver membuat saya lebih sering berkomunikasi sehingga kemampuan bahasa Jepang lebih cepat meningkat,” kata Rizki.
Pemuda berusia 21 tahun itu telah mengantongi kemampuan bahasa Jepang level N4 dan sertifikasi Specified Skilled Worker (SSW).
Dia dijadwalkan berangkat ke Kanagawa, Jepang, pada Oktober mendatang dengan estimasi gaji bersih mencapai Rp18 juta per bulan. Menurut Rizki, profesi perawat lansia di Jepang memiliki jenjang karier yang jelas.
Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP dilepas untuk bekerja di luar negeri melalui program kebekerjaan Kemendikdasmen.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News