Pemkot Surabaya Tunggu Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG di Tembok Dukuh

Selasa, 19 Mei 2026 – 14:09 WIB
Pemkot Surabaya Tunggu Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG di Tembok Dukuh - JPNN.com Jatim
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu hasil laboratorium terkait dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 210 siswa dan guru seusai mengonsumsi lauk daging krengsengan olahan SPPG Bubutan Tembok Dukuh pada Senin (11/5).

Hasil sampel laboratorium yang dibawa ke BBLK dijadwalkan keluar pada Senin (18/5). Namun, hingga kini hasil tersebut belum diterima Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.

“Kami belum tahu ya, hasil lab MBG yang dilaporkan belum tahu,” kata Eric Senin (18/5).

Eri menjelaskan sebelum makanan dibagikan kepada siswa, telah dilakukan pengecekan awal untuk memastikan makanan tidak basi. Pemeriksaan dilakukan secara visual dan melalui aroma makanan.

“Secara kasat mata, terlihat mata, secara terlihat mata itu dengan panca indra itu semua makanan dicium dulu, dilihat kondisinya bagus tidak tidak basi. Setelah itu diberikan kepada anak-anak,” ujarnya.

Namun, beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa dan guru mulai mengalami keluhan seperti pusing, mual, muntah hingga diare. Tercatat tujuh siswa sempat menjalani perawatan inap.

“Setelah dua jam ada perubahan ada reaksi. Maka ada pemeriksaan, kita lihat hasil lab-nya ini. Karena kemarin simpang siur ono sing ngomong perkara daging, ngomong iki, wah aku diam, sambil menunggu lab-nya. Agar apa? Surabaya ini tenang,” jelasnya.

Pemkot Surabaya masih menunggu hasil laboratorium kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa 210 siswa dan guru usai makan krengsengan
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News