RSU dr Soetomo Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran Seusai Insiden di Gedung PPJT
Koordinator Merah penanganan kebakaran RSU dr Soetomo Dwi K menjelaskan hidran di dalam gedung sebenarnya tetap mengalirkan air saat digunakan petugas.
Namun, tekanan air disebut belum sekuat sistem milik mobil pemadam kebakaran.
“Kalau alirannya airnya ada, tekanannya juga ada,” kata Dwi.
Dia menjelaskan sistem hidran indoor menggunakan selang berukuran 1,5 inci, sedangkan tim pemadam kebakaran memakai selang 2,5 inci dengan tekanan lebih besar.
“Yang digunakan di dalam gedung itu 1,5 inch, sedangkan dari damkar 2,5 inch,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSU dr Soetomo Prof Cita memastikan rumah sakit akan kooperatif dalam proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian dan pemadam kebakaran.
Pihak rumah sakit juga belum mengizinkan akses bebas ke lokasi kebakaran karena area masih dipasangi garis polisi dan dipenuhi sisa air pemadaman.
“Kami sangat terbuka memfasilitasi apa pun yang diperlukan kepolisian dan damkar,” kata dia
RSU dr Soetomo mengevaluasi sistem proteksi kebakaran usai insiden di Gedung PPJT, termasuk tekanan hidran yang disorot tim damkar
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News