Dindik Jatim Pamer Hasil Panen Program SIKAP, Raup Jutaan Rupiah di Bazar
Total transaksi penjualan dalam kegiatan itu mencapai Rp5.073.000 dari 20 produk yang dijual dengan harga mulai Rp4 ribu hingga Rp40 ribu per item.
Aries menegaskan program SIKAP dirancang agar siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapat pengalaman praktik secara langsung.
“Kami berharap anak-anak bisa terkoneksi antara materi kurikulum dengan praktik di lapangan. Anak-anak menjadi lebih bersemangat dan proaktif,” ujarnya.
Menurut dia, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kemandirian siswa dalam mendukung ketahanan pangan.
Program tersebut mendapat perhatian peserta rakor nasional, termasuk para kepala dinas pertanian se-Jawa.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Banten Budi Santoso mengaku terkesan dengan pemanfaatan lahan kosong di sekolah-sekolah Jawa Timur.
“Hasilnya luar biasa. Lahan kosong di halaman sekolah bisa menghasilkan pisang, sayuran, cabai, hingga kacang panjang,” katanya.
Budi menyebut program tersebut layak dijadikan percontohan bagi daerah lain, termasuk Provinsi Banten.
Dindik Jatim memamerkan hasil panen Program SIKAP yang mengubah lahan sekolah menjadi area pertanian produktif.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News