Perjuangan Ashanti Jadi Doktor, Disertasi Sempat Ditolak Berkali-kali
“Aku bangga buat orang-orang yang masih mau belajar di umur yang mungkin sudah tidak muda lagi,” katanya.
Dia berharap hasil penelitiannya dapat memberi kontribusi bagi industri musik Indonesia, terutama soal kemampuan musisi lintas generasi beradaptasi di era digital.
Promotor Ashanti, Dr Suko Widodo menegaskan tidak ada perlakuan khusus terhadap Ashanti meski berstatus publik figur.
“Mau artis, mau anak presiden, semuanya sama haknya. Ashanti memenuhi kedisiplinan sebagai akademisi dan konsisten,” ujar Suko.
Dia menilai penelitian Ashanti menarik karena mengangkat perjuangan musisi senior menghadapi perubahan digital.
“Bayangkan siapa yang memikirkan seorang Rafika Duri atau Rhoma Irama harus berhadapan dengan anak-anak muda di dunia digital,” katanya.
Menurut Suko, kekuatan penelitian tersebut terletak pada pendekatan storytelling dan dokumentasi pengalaman para musisi senior yang jarang dibahas secara akademik.
Sementara itu, Anang Hermansyah mengaku bangga melihat perjuangan istrinya hingga berhasil meraih gelar doktor.
Ashanti resmi meraih gelar doktor di Unair setelah melalui proses panjang dan sempat ditolak empat kali.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News