Puluhan Kasus Campak Ditemukan di Jember, Tiga Kecamatan Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 – 15:33 WIB
Puluhan Kasus Campak Ditemukan di Jember, Tiga Kecamatan Jadi Sorotan - JPNN.com Jatim
Komisi D DPRD Jember menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinkes, Puskesmas dan BPJS Kesehatan di ruang Banmus DPRD setempat, Senin (11/5/2026). ANTARA/Zumrotun Solichah

jatim.jpnn.com, JEMBER - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jember mewaspadai peningkatan kasus campak di Kabupaten Jember. Selama periode Januari hingga awal Mei 2026, tercatat 40 kasus campak dinyatakan positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes PPKB Jember Rita Wahyuningsih mengatakan lonjakan tersebut merupakan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda.

"Peningkatan tersebut bukan sepenuhnya kasus baru, melainkan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda," kata Rita saat rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5).

Pada 2025, jumlah suspect campak di Jember mencapai 344 kasus dengan 93 kasus dinyatakan positif.

Menurut Rita, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 119 kasus suspect campak. Sampel kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya dan hasilnya 40 sampel dinyatakan positif campak.

Dinkes Jember mencatat tiga kecamatan dengan kasus tertinggi, yakni Ledokombo, Sumberjambe, dan Mayang.

Wilayah kerja Puskesmas Ledokombo menjadi yang tertinggi dengan delapan kasus positif dari 12 suspect.

Kemudian Puskesmas Sumberjambe mencatat lima kasus positif dari delapan suspect, sedangkan seluruh empat sampel suspect di wilayah Puskesmas Mayang dinyatakan positif campak.

Dinkes Jember mencatat 40 kasus campak positif selama Januari hingga awal Mei 2026 dan menggencarkan imunisasi.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News