Khofifah Ungkap Kabar Baik Lulusan SMK Jatim, Banyak Langsung Kerja

Senin, 11 Mei 2026 – 20:22 WIB
Khofifah Ungkap Kabar Baik Lulusan SMK Jatim, Banyak Langsung Kerja - JPNN.com Jatim
Mayoritas lulusan SMK di Jawa Timur kini langsung terserap dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata hanya 3 bulan. Foto: Source for JPNN

Khofifah mengatakan Pemprov Jatim terus memperkuat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, terutama menghadapi perkembangan teknologi dan industri 4.0.

“Kebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Untuk menekan ketimpangan keterampilan atau skills mismatch, Pemprov Jatim juga memperkuat program Teaching Factory (TeFa) di SMK negeri maupun swasta.

Saat ini terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jawa Timur yang diwajibkan memiliki Teaching Factory di tiap jurusan.

Menurut Khofifah, Teaching Factory penting untuk membentuk budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah. Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalankan program retooling atau peningkatan kompetensi bagi lulusan yang masih menunggu panggilan kerja.

“Sembari menunggu panggilan industri, kompetensi mereka terus diasah agar sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan berbagai program terus diperkuat agar lulusan SMK tidak menjadi penyumbang angka pengangguran.

Program tersebut meliputi penguatan Teaching Factory, sertifikasi kompetensi gratis, optimalisasi Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga kerja sama dengan DUDI.

Sebanyak 91,46 persen lulusan SMK Jawa Timur telah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan melalui program BMW.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News