Penjelasan SPPG Tembok Dukuh Soal Insiden 200 Siswa Keracunan MBG

Senin, 11 Mei 2026 – 20:02 WIB
Penjelasan SPPG Tembok Dukuh Soal Insiden 200 Siswa Keracunan MBG - JPNN.com Jatim
Kepala SPPG Tembok Dukuh Kota Surabaya Chafi menyampaikan permintaan maaf terkait insiden dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Surabaya, Senin (11/5). Foto: Ardini Pramitha/JPNN

"Kalau semua sudah sesuai, jadi kan namanya daging ada masa ininya, karena kami pakai daging slice juga, sebelumnya kami juga sudah pernah pakai olahan daging itu tidak apa-apa, seperti itu. Jadi, untuk hasil lengkapnya mungkin lebih baik menunggu hasil dari Dinkes saja," jelasnya.

Pengolahan daging sendiri dilakukan malam dini hari. Kemudian pukul 09.00 WIB diterima siswa untuk disantap.

"Kalau masaknya kami start dari jam 11 malam, 12 malam kurang lebih begitu. Menunya daging krengsengan," ujar Chifa.

SPPG Bubutan Tembok Dukuh itu mulai beroperasi sejak 2 Februari lalu. Mereka menyediakan MBG kepada siswa di 13 sekolah TK, SD, dan SMP dengan 3.020 porsi per hari.

Adanya kejadian keracunan massal, hari ini MBG tidak dibagikan ke semua sekolah. Ketika mendapat laporan banyak siswa keracunan, MBG langsing dihentikan.

"Hari ini kami hanya mendistribusikan 2.000 sekian karena hanya sekolah saja, saat saya menerima informasi ada sekolah yang keracunan langsung saya stop," pungkasnya. (mcr23/jpnn)

SPPG Tembok Dukuh buka suara soal 200 siswa diduga keracunan MBG. Dugaan sementara berasal dari olahan krengsengan daging yang baru pertama disajikan

Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News