Cerita Siswa di Surabaya yang Mual Seusai Menyantap MBG: Rasanya Enggak Enak
"Pas istirahat jam 09.00 WIB itu banyak yang mual muntah. Beberapa anak yang muntah. Tapi ada 80 siswa lebih yang muntah-muntah," ujarnya.
Seusai keracunan, Cicilia menjadi trauma makan MBG lagi. Dia memilih menyantap olahan makanan sang ibu dari pada MBG.
"Trauma. Saya lebih baik makan masakan mama, lebih enak. Dari pada makan MBG yang beracun," katanya.
Sementara Ayu (34) wali murid Nabila siswa kelas 5 SDN Tembok Dukuh 4 menjelaskan dia mendapat kabar dari grup bahwa ada keracunan MBG di beberapa sekolah. Ternyata anaknya juga menjadi salah satu yang keracunan.
"Tadi pulang sekolah tiba-tiba dapat info dari grup sekolah lain yang satu dapur ada keracunan. Terus ditelepon sekolah banyak yang pusing dan muntah-muntah. Jam 11.15 WIB. Sebelum pulang merasa pusing, terus disuruh pulang," kata Ayu.
Nabila, siswa kelas 5 SDN Tembok Dukuh mengaku telah menghabiskan MBG. Setelah itu merasa pusing.
"Lauknya daging sapi, sayur, jeruk, nasi. Habis, tahunya saja nggak habis. Habis makan pusing, mules, perut sakit. Sama sekolah disuruh ke sini," pungkasnya. (mcr23/jpnn)
Pengakuan siswa di Surabaya yang menjadi korban seusai menyantap makan bergizi gratis.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News