Pengakuan Satuan: Bertahan Jadi Badut Jalanan, Rumah Tangga Justru Hancur
“Saya pernah bilang, apa dia tidak lihat saya jualan bawa anak kecil hujan-hujanan,” tuturnya.
Konflik rumah tangga mereka, kata Satuan, mulai memuncak sejak Desember tahun lalu. Dia mengaku sudah lama mengetahui istrinya memiliki pria lain, tetapi memilih diam karena masih ingin mempertahankan keluarga yang dibangun sejak 2020.
“Sebenarnya saya sudah tahu sejak lama, tetapi saya mengikuti alurnya,” katanya.
Dia juga mengaku sempat melarang istrinya ketika ingin bekerja di dunia malam. Namun, kondisi ekonomi yang sulit membuat pertengkaran di rumah makin sering terjadi.
“Saya kan penghasilan tidak menentu. Akhirnya larinya ke yang kedua,” ucapnya.
Semua rasa kecewa, cemburu, dan tekanan yang dipendam bertahun-tahun itu akhirnya pecah menjadi tragedi berdarah yang kini disesalinya. Di hadapan polisi, Satuan mengaku tidak bisa tidur setelah kejadian tersebut.
“Kepikiran terus, tidak bisa tidur,” katanya sambil tertunduk.
Kini, pria yang dulu berkeliling membawa balon warna-warni demi menghibur anak-anak itu harus menghadapi proses hukum atas tindakan yang merenggut nyawa mertuanya dan melukai istrinya sendiri.
Di balik aksi brutal Satuan di Mojokerto, tersimpan kisah pahit penjual balon yang terlilit utang, cemburu, dan membawa anaknya jualan di jalanan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News