Surabaya Percepat Transformasi Smart City Lewat Integrasi SITS & Digitalisasi Layanan
Data Dinas Perhubungan mencatat tren kenaikan dari 1,9 juta penumpang pada 2023 menjadi tujuh juta penumpang pada 2025.
Hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 1,8 juta orang. Secara kumulatif, pengguna transportasi umum di Surabaya sejak 2018 hingga 2025 tercatat lebih dari 17,3 juta penumpang.
Peningkatan ini didukung integrasi layanan Suroboyo Bus, feeder Wira-Wiri, sistem pembayaran non-tunai, serta aplikasi digital 'Gobis' yang menyediakan informasi transportasi secara real time.
“Kalau ingin masyarakat beralih ke transportasi umum, maka harus dibuat nyaman terlebih dahulu,” kata Eri.
Transformasi digital juga merambah penataan kawasan kota. Pemkot Surabaya tengah merevitalisasi kawasan Kota Lama dengan konsep heritage modern, termasuk penataan kabel utilitas bawah tanah untuk memperindah lanskap kota.
Kawasan tersebut nantinya akan terhubung dengan Pecinan dan Kampung Arab sebagai koridor wisata sejarah terintegrasi.
Atas berbagai inovasi tersebut, Surabaya meraih National Governance Award 2026 untuk kategori pelayanan publik terintegrasi. Penghargaan ini menegaskan posisi Surabaya sebagai salah satu kota dengan tata kelola digital terbaik di Indonesia.
“Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Eri.
Surabaya mempercepat transformasi smart city lewat SITS dan layanan digital terintegrasi. Transportasi, layanan warga, hingga kota makin cerdas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News