Menabung 16 Tahun, Pasangan Lansia Tukang Bubur Akhirnya Berangkat Haji

Rabu, 06 Mei 2026 – 22:05 WIB
Menabung 16 Tahun, Pasangan Lansia Tukang Bubur Akhirnya Berangkat Haji - JPNN.com Jatim
Pasangan suami istri asal Sidoarjo Mochammad Nurhasan (78) dan Dawama (73) saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (5/5). Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Senyum bahagia terpancar dari wajah pasangan suami istri asal Sidoarjo, Mochammad Nurhasan (78) dan Dawama (73), saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (5/5).

Keduanya bersiap menunaikan ibadah haji setelah menabung selama belasan tahun dari usaha berjualan bubur dan lontong balap.

Dengan seragam haji berwarna biru, pasangan lansia ini tampak haru sekaligus bersyukur. Kartu identitas dan nusuk tergantung di leher mereka, menandai kesiapan menuju Tanah Suci.

Dawawa mengenang perjalanan panjang mereka dalam mengumpulkan biaya haji. Selama sekitar 30 tahun berjualan, ia dan suaminya hanya memperoleh penghasilan harian yang tidak besar.

“Saya jualan lontong dan bubur sumsum, sudah lama sekitar 30 tahun. Sehari paling Rp100 ribu sampai Rp200 ribu,” ujar Dawama.

Dari penghasilan tersebut, mereka mulai menabung sejak sebelum mendaftar haji pada 2012. Sebagian hasil usaha bahkan disisihkan melalui arisan mingguan di kampung.

“Saya ikut arisan, nanti kalau dapat uang dimasukkan ke kresek, disimpan di rumah. Kadang dapat Rp5 juta, kadang Rp10 juta,” kata dia.

Kebiasaan sederhana itu dilakukan bertahun-tahun hingga terkumpul sekitar Rp50,5 juta, yang kemudian digunakan untuk mendaftar haji. Sisanya dilanjutkan dengan menabung kembali untuk pelunasan.

Pasangan lansia penjual bubur Sidoarjo, Nurhasan (78) dan Dawama (73), berangkat haji usai menabung 16 tahun
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News