Prodi Mau Ditutup? Rektor Unesa Ingatkan Hal Ini ke Kemendikti Saintek
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan menanggapi rencana penutupan program studi (prodi) oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Menurut dia, kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara gegabah karena setiap prodi memiliki kondisi yang berbeda.
"Perlu kajian, karena prodi-prodi itu ada yang sudah link dengan industri, ada yang tidak. Jadi, masih perlu kajian untuk mendiskusikan terkait dengan wacana itu," ujar Prof Nurhasan, Rabu (29/4).
Dia menjelaskan sebagian prodi sudah terhubung dengan kebutuhan dunia kerja, sementara lainnya masih perlu penyesuaian.
Di internal kampus, evaluasi prodi disebut dilakukan secara berkala melalui unit khusus yang menangani pembukaan hingga penutupan program studi.
"Jadi ada pusat karir, kita juga punya direktur khusus yang menangani buka tutup prodi. Prodi yang tidak relevan itu sudah ada direkturnya khusus untuk menangani," ucapnya.
Selain evaluasi, Unesa juga terus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi, termasuk memasukkan materi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Langkah itu dilakukan agar lulusan memiliki daya saing dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Rektor Unesa menilai rencana penutupan prodi oleh Kemendiktisaintek perlu kajian mendalam karena tiap program studi punya kondisi berbeda.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News