11 Tahun Menabung Receh, Guru di Malang Ini Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Keterbatasan ekonomi tak menghalangi Abdul Malik Syaiful (49) mewujudkan mimpinya ke Tanah Suci.
Guru honorer asal Desa Pringgondani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang itu akhirnya berangkat haji pada musim 1447 H/2026 bersama sang istri, Mudrika.
Perjalanan Malik menuju haji bukanlah hal instan. Sejak menikah pada 2001, dia dan istrinya sudah bertekad untuk bisa menjadi tamu Allah.
Saat itu, Malik hanya menerima gaji Rp25 ribu per bulan sebagai guru honorer di pelosok.
“Mulai 2001 dengan gaji Rp25 ribu. Kami punya keinginan bersama istri untuk bisa menjadi tamunya Allah,” kata Abdul Malik Syaiful saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Minggu (26/4).
Dengan kondisi serba terbatas, Malik dan istrinya menyisihkan uang receh demi receh.
Mereka bahkan menggunakan kaleng biskuit bekas sebagai celengan untuk menyimpan tabungan.
Perjuangan itu berlangsung selama 11 tahun.
Kisah haru guru honorer di Malang. Dari gaji Rp25 ribu, kini akhirnya berangkat haji.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News