Semangat Kartini di Balik Kemudi: Kisah Eka Sopir Perempuan Suroboyo Bus
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pagi di Surabaya masih gelap saat Eka Hardiyanti Suteja (35) memulai harinya. Tepat pukul 03.00 WIB, dia sudah bangun dan bersiap, lalu berangkat sebelum pukul 04.00 menuju titik awal operasional Suroboyo Bus.
Rutinitas itu telah dijalaninya selama hampir enam tahun terakhir, sejak dia menjadi satu-satunya sopir perempuan di layanan transportasi publik tersebut.
Di momen Hari Kartini, kisah Eka menjadi gambaran nyata bahwa semangat emansipasi terus hidup di jalanan Kota Pahlawan.
“Saya coba, dan alhamdulillah diterima,” ujar Eka.
Perjalanan Eka dimulai dari sopir taksi hingga akhirnya mendapat kesempatan mengemudi bus.
Bukan perkara mudah. Mengemudikan kendaraan berukuran besar menuntut adaptasi ekstra, mulai dari penguasaan teknis hingga kepercayaan diri.
Dia harus melalui serangkaian tes dan masa pendampingan sebelum akhirnya dipercaya membawa bus secara mandiri.
“Setelah melalui serangkaian tes serta masa pendampingan, akhirnya saya dipercaya mengemudi secara mandiri,” jelasnya.
Eka, sopir perempuan Suroboyo Bus, jadi simbol semangat Kartini di Surabaya. Tembus dominasi laki-laki, ia mengaku bekerja terasa seperti jalan-jalan dibayar
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News