Peringati Hari Kartini, Perempuan Bangsa Ajak Keluarga Jadi Pusat Kekuatan
Dia mengingatkan bahwa anak-anak harus dibekali kemampuan untuk memilah pengaruh negatif dari lingkungan luar.
“Anak harus bisa dibentengi agar tidak terbawa arus negatif,” tuturnya.
Selain itu, dia menyoroti fenomena anak yang terpapar gadget secara berlebihan, hingga memengaruhi perilaku dan tumbuh kembang mereka.
“Sekarang banyak anak harus diberi HP dulu baru bisa makan. Ini sudah jadi kebiasaan yang perlu kita koreksi,” ujarnya.
Rustini juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap normalisasi perilaku negatif di masyarakat, termasuk yang berdampak pada generasi muda.
“Jangan sampai kita menganggap sesuatu yang salah itu menjadi biasa. Itu yang berbahaya,” katanya.
Di tempat yang sama, Pembina Perempuan Bangsa Jawa Timur Lilik Abdul Halim Iskandar mengatakan pendidikan anak terutama yang berkaitan dengan karakter tergantung bagaimana pola asuh suatu keluarga.
Di sini peran seorang ibu sangat dibutuhkan, bahkan ia tegas bahwa perempuan pemegang kunci kemajuan suatu negara.
Badan Otonom Perempuan Bangsa mengajak 'return to family' di peringatan Hari Kartini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News