Khofifah Beber Rahasia Jatim Hattrick Juara LKS, Kini Bidik Gelar Keempat
Di sisi lain, Khofifah menekankan pentingnya kesiapan lulusan SMK agar benar-benar siap kerja, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga kematangan psikososial.
“Banyak siswa sudah magang sejak kelas 11, bahkan sudah diinden oleh industri. Artinya mereka siap kerja saat lulus,” katanya.
Menurut Khofifah, keterlibatan dunia usaha dan dunia industri (Dudika) menjadi kunci dalam menentukan standar kompetensi lulusan.
“SMK tidak bisa berjalan sendiri. LKS adalah arena latihan, sedangkan industri adalah panggung sesungguhnya,” tuturnya.
Meski dihadapkan pada tantangan fiskal 2026 dengan penurunan potensi pendapatan daerah sekitar Rp4,2 triliun, Khofifah memastikan hal itu tidak menghambat prestasi.
“Dalam keterbatasan justru lahir inovasi. Prestasi bisa diraih tanpa batas,” ujarnya.
Pada LKS Dikmen 2026, siswa berkompetisi di 56 bidang lomba. Para pemenang mendapat uang pembinaan, yakni juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Juara pertama juga akan mengikuti training center sebagai persiapan menuju LKS tingkat nasional. Selain menutup LKS, Khofifah juga meresmikan bantuan revitalisasi sarana prasarana untuk 50 sekolah SMA/SMK/SLB di Surabaya dan Sidoarjo.
Jawa Timur hattrick juara LKS nasional. Gubernur Khofifah menargetkan kembali juara umum pada 2026 dengan pembinaan berkelanjutan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News