Kampus di Surabaya Mulai Terapkan PJJ, Kuliah Tak Lagi Sepenuhnya Tatap Muka
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kebijakan pemerintah yang mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai direspons kampus di Surabaya. Sejumlah perguruan tinggi menyiapkan skema kuliah daring hingga hybrid.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi energi nasional dengan menekan mobilitas, termasuk di sektor pendidikan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan PJJ difokuskan pada mata kuliah teoritis, sedangkan praktik tetap tatap muka.
“Setiap program studi diminta mencermati mata kuliah yang memungkinkan dilaksanakan secara daring,” ujar Brian.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof Bambang Pramujati mengatakan kampusnya masih mengkaji penerapan kebijakan tersebut.
Menurutnya, karakter pembelajaran berbasis laboratorium membuat PJJ tidak bisa diterapkan sepenuhnya.
“Tidak semua perkuliahan bisa WFH. Ada kelas yang wajib laboratorium, itu tidak bisa digantikan,” ujar Prof Bambang, Rabu (8/4).
ITS juga mempertimbangkan skema kerja empat hari dan satu hari WFH, dengan opsi pelaksanaan pada Jumat. Namun, penyesuaian jadwal tidak mudah karena sistem perkuliahan sudah tersusun padat.
Kuliah daring kembali diterapkan di Surabaya. Kampus siapkan skema hybrid, tetapi praktikum tetap wajib tatap muka.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News