WFH di Sekolah Jatim Dikaji, Dindik Khawatir Kualitas Belajar Turun
“Ada masukan cukup satu hari saja dalam seminggu, tetapi jangan hari Jumat karena berpotensi terlalu panjang jedanya, bahkan ada usulan diacak harinya, kata Aries.
Dia menegaskan skema tersebut masih dalam tahap formulasi dan menunggu keputusan pemerintah pusat.
Menurut dia, apabila diterapkan pembelajaran daring hanya difokuskan untuk evaluasi, bukan menggantikan proses belajar mengajar secara penuh.
“Kalau pun harus efisiensi, cukup satu hari daring dalam seminggu. Namun, ini masih kami evaluasi dan menunggu kebijakan pusat,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pihaknya masih mempelajari rencana tersebut karena regulasi resmi belum diterbitkan.
Menurut Eri, pembelajaran daring memang memiliki sisi positif dari segi efisiensi, tetapi juga berisiko jika tidak diimbangi pengawasan.
“Kami harus memperkuat pengawasan penggunaan perangkat digital. Penggunaan aplikasi dan gawai perlu dibatasi agar tidak berdampak negatif,” ujarnya.
Dia menambahkan jika pembelajaran daring diterapkan, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengawasi anak saat belajar di rumah.
Dindik Jatim masih mengkaji penerapan WFH di sekolah. Pembelajaran tatap muka tetap diprioritaskan untuk menjaga kualitas pendidikan siswa.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News