Tak Sanggup Nasihati Anak karena Tak Mau Sekolah Rakit Mercon, Ibu di Ngawi Lapor Damkar
“Kami kasih tahu bahayanya bermain ataupun membuat petasan seperti itu. Kami juga bertanya, kenapa berani sama orang tua dan tidak mau sekolah, dengan bahasa yang halus kami mencoba menggali keterangannya,” terangnya.
“Ternyata alasannya karena terpengaruh oleh teman-temannya. Persoalannya dari rumah itu sendiri. Akhirnya kami kasih pengertian, termasuk kedua orang tuanya,” ucap Kukuh.
Kendati sudah menasehati panjang lebar, Damkar Kabupaten Ngawi tidak serta merta melepas begitu saja. Pihaknya meminta kedua orang tuanya, untuk tetap memantau selama seminggu.
“Kalau misal tidak ada perkembangan, kami akan ke sana lagi. Kami minta orang tua harus memperhatikan dan lebih peduli. Apalagi anaknya bilang kalau di rumah sering dibentak, dibanding bandingkan sama kakaknya,” jelasnya.
Di sisi lain, melalui insiden ini, Damkar Kabupaten Ngawi siap menerima laporan dari masyarakat, biarpun di luar tupoksi yang ada.
“Kalaupun memang dari pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi bisa membantu semampu kami, karena ini permintaan masyarakat dan sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Insyaallah tetap akan berusaha, selama positif,” pungkasnya. (mcr23/jpnn)
Orang tua di Ngawi lapor Damkar diminta nasihati anaknya yang enggak sekolah karena memilih merakit mercon
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News