BMKG Ungkap Kemarau 2026 di Jatim Lebih Kering, Ini Penyebabnya
“Awal musim kemarau diprediksi mundur di 36 ZOM atau sekitar 46,2 persen wilayah Jawa Timur, 23 ZOM sama, dan 15 ZOM lebih maju,” ujarnya.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang. Sekitar 23 persen wilayah Jawa Timur diprediksi mengalami masa kering selama 22 hingga 24 dasarian atau setara tujuh hingga delapan bulan.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup sekitar 70,9 persen wilayah Jawa Timur.
“Puncak musim kemarau paling awal diperkirakan terjadi pada Juli 2026 di sekitar 15 persen wilayah,” kata Anung.
Dengan sifat hujan yang diprediksi berada di bawah normal pada 56 ZOM, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi.
Salah satunya melalui penyesuaian kalender tanam serta penggunaan varietas padi umur pendek yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Selain itu, pengisian waduk pada akhir musim hujan juga perlu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, irigasi, hingga pembangkit listrik.
BMKG juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur lebih kering akibat pengaruh El Nino. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News