SMA Pamekasan Tolak 1.002 Paket MBG, Lele Masih Hidup dan Mentah
Menurutnya, sekolah kemungkinan akan memutus nota kesepahaman (MoU) dengan SPPG As-Salman yang berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.
"Ada kecenderungan sekolah juga akan segera memutus kontrak. MOU untuk pindah dapur. Akan kami sampaikan secara tertulis,” kata Arifin.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG As-Salman Fikri Mutawakkil mengakui adanya insiden penolakan tersebut. Namun, dia menjelaskan penggunaan lele marinasi dilakukan untuk menjaga kandungan protein dan kualitas gizi.
“Lele marinasi digunakan untuk mencegah berkurangnya gizi dan menambah protein. Yang kedua untuk menambah protein di hari itu. Yang ketiga, penyimpanan lele marinasi itu tahan sampai 1 hari,” kata Fikri.
Dia menyayangkan video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian menu MBG. Menurut Fikri, paket makanan sebenarnya juga dilengkapi dengan roti pizza, telur rebus, susu, dan buah naga.
“Video yang beredar hanya menampilkan lele, tahu, dan tempe ungkep saja, tanpa menunjukkan menu lain seperti roti pizza, susu, telur rebus, dan buah naga,” ujarnya.
Walakin, pihak SPPG As-Salman menyampaikan permohonan maaf dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kami dari SPPG As-Salman, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu memohon maaf apabila ada kata-kata yang salah tindakan yang salah dan akan memperbaiki ke depannya. Mungkin ini sebagai evaluasi dari kami dan akan lebih baik ke depannya,” ucapnya. (mcr12/jpnn)
SMAN 2 Pamekasan menolak 1.022 paket Makan Bergizi Gratis karena menemukan lele mentah yang masih hidup dalam menu.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News