Sumberejo Direncanakan Jadi Lokasi PSEL Kedua di Surabaya
Menurutnya, skema kerja sama regional ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah di kawasan metropolitan sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan sampah.
“Dengan kerja sama aglomerasi, volume sampah yang diolah bisa lebih optimal sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan di kawasan metropolitan,” ujarnya.
Dalam proyek ini, pembiayaan pembangunan tidak berasal dari APBD Surabaya. Pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menangani proses penyiapan kerja sama investasi, penyusunan feasibility study, hingga pembangunan konstruksi.
Sementara Pemkot Surabaya berperan menyiapkan lahan serta melakukan proses konsultasi publik kepada masyarakat.
"Kalau Surabaya memiliki dua fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, sistem pengelolaan sampah kota akan semakin terintegrasi. Distribusi pengiriman sampah juga bisa diatur lebih efisien sehingga dapat menekan biaya operasional sekaligus menuntaskan sisa timbulan sampah yang selama ini belum tertangani,” ujarnya.
Proyek pembangunan fasilitas tersebut masuk dalam batch kedua program percepatan pengolahan sampah menjadi energi yang dijalankan pemerintah pusat.
"Proses seleksi mitra pengembang diperkirakan dimulai sekitar April atau Mei tahun ini setelah tahapan pengadaan batch pertama selesai," katanya.
Pembangunan fasilitas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun sejak proses lelang selesai. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.
Pembangunan PSEL kedua di Surabaya telah diajukan, ditargetkan beroperasi pada tahun 2027
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News