Jelang Lebaran, Satpol PP Surabaya Siaga Penuh Antisipasi Gepeng Musiman
“Kami lakukan penjagaan di titik dengan intensitas tinggi, sementara titik lainnya dipantau secara berkala,” ujarnya.
Pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, serta unsur TNI-Polri.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak pengemis musiman yang datang dari luar daerah.
“Kami tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan wilayah terus kami lakukan untuk meminimalisir keberadaan pengemis musiman,” kata dia.
Dalam penanganan di lapangan, Satpol PP menerapkan pola terpadu bersama Dinas Sosial (Dinsos). Pengemis dewasa ber-KTP Surabaya akan didata dan dibina di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).
Sementara itu, anak di bawah umur warga Surabaya akan diarahkan ke Rumah Perubahan yang berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB).
Adapun pengemis dari luar kota akan ditempatkan sementara di Liponsos sebelum dikoordinasikan dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk proses pemulangan ke daerah asal.
Mudita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung di jalanan karena dinilai dapat memicu praktik serupa terus berulang.
Satpol PP Surabaya siaga jelang Lebaran 2026, perketat pengawasan fasum dan lampu merah untuk cegah lonjakan gepeng musiman dari luar kota
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News