210 Hektare Hutan Hilang, Walhi Nilai Banjir Probolinggo Bukan Sekadar Faktor Alam

Jumat, 27 Februari 2026 – 14:08 WIB
210 Hektare Hutan Hilang, Walhi Nilai Banjir Probolinggo Bukan Sekadar Faktor Alam - JPNN.com Jatim
Bupati Probolinggo M. Haris meninjau lokasi banjir di Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Minggu (22/2/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo

Secara hidrologis, kawasan dataran tinggi yang seharusnya menjadi daerah resapan air mengalami degradasi akibat konversi lahan menjadi pertanian monokultur, permukiman, dan aktivitas ekstraktif.

Data Global Forest Watch mencatat, sepanjang 2001–2024 Kabupaten Probolinggo kehilangan 210 hektare hutan alam. Sementara periode 2002–2024, hutan primer basah yang hilang mencapai 130 hektare.

“Beban lingkungan hidup semakin tinggi. Daya dukung dan daya tampung wilayah menurun sehingga akumulasi dampak bencana makin besar,” ujarnya.

Walhi mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengevaluasi kebijakan tata ruang dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan guna meminimalkan risiko bencana ekologis.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo M. Haris meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Kraksaan.

"Pemprov Jatim bergerak cepat bersama seluruh jajaran Pemkab Probolinggo untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pascabanjir," kata Khofifah.

Data sementara, warga terdampak tersebar di enam kecamatan, yakni Kraksaan 810 KK, Krejengan 264 KK, Gading 11 KK, Besuk 23 KK, Kotaanyar 14 KK, dan Pakuniran 100 KK. (antara/mcr12/jpnn)

Data Global Forest Watch mencatat 210 hektare hutan alam hilang di Probolinggo. Walhi menilai banjir bandang bukan semata faktor alam.

Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra

Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News