Senja Ramadan di Tugu Pahlawan, Ngabuburit Jadi Ajang Nongkrong Sarat Makna
Menjelang magrib, suasana akan diisi kultum, musik Islami, dagelan dan ludruk, serta penampilan spesial dari anak-anak Rumah Kreatif binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, termasuk anak-anak disabilitas.
“Seluruh pengisi acara merupakan binaan pemerintah kota. Jadi selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi talenta-talenta lokal,” jelasnya.
Yang membuat suasana semakin bermakna, kegiatan santai ini tetap berpadu dengan edukasi sejarah.
Selama acara berlangsung, Museum Sepuluh Nopember tetap dibuka bagi pengunjung. Mereka bisa mengikuti kuis seputar sejarah perjuangan Surabaya hingga napak tilas peristiwa 10 November.
“Jadi, masyarakat bisa ngabuburit sambil belajar sejarah. Kuis-kuis yang kami hadirkan juga berkaitan dengan Tugu Pahlawan dan museum, sehingga tetap ada nilai kepahlawanan yang kami tanamkan,” tambahnya.
Panitia menyediakan kursi bagi pengunjung, namun warga juga dipersilakan membawa tikar atau kursi lipat sendiri untuk menikmati suasana sore dengan konsep santai ala mini camping. Meski begitu, kebersihan tetap menjadi perhatian utama.
“Silakan menikmati suasana sore di Tugu Pahlawan, tetapi tetap menjaga kebersihan. Itu yang paling penting,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya disebut cukup tinggi, terutama saat akhir pekan yang didominasi kalangan muda. Meski sempat diwarnai hujan pada salah satu hari, minat pengunjung terus menunjukkan tren peningkatan.
Rekomendasi Ngabuburit di jantung Kota Surabaya, gabungkan suasana santai, hiburan dan sentuhan sejarah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News