Minat Haji Meningkat Saat Ramadan, BSI Fest Gencarkan Literasi Keuangan di Surabaya
Jajang menyebut, secara nasional penjualan emas tahun lalu mencapai sekitar 2 ton, dengan kontribusi Jawa Timur mencapai 25 persen dari total portofolio nasional—tertinggi di antara 12 regional.
Model investasi emas digital menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan tersebut. Masyarakat kini dapat membeli emas dalam pecahan kecil mulai 0,02 gram atau setara sekitar Rp50 ribu. Skema ini dinilai lebih inklusif dibanding pembelian emas fisik yang umumnya minimal 0,5–1 gram.
“Dengan konsep digital, masyarakat bisa membeli dan menjual emas kapan saja. Ini memberi fleksibilitas sekaligus mendorong diversifikasi portofolio,” katanya.
Meski berbasis digital, emas tetap dapat dicetak dalam bentuk fisik sesuai kebutuhan nasabah. Melihat tren harga emas yang terus meningkat dan minat masyarakat yang tinggi terhadap instrumen lindung nilai, pihaknya optimistis pertumbuhan tahun ini bisa mencapai tiga kali lipat dibanding tahun lalu atau sekitar 6 ton secara nasional.
Menariknya, sekitar 50 persen target nasabah tahun ini disasar dari kalangan Gen Z. Segmen ini dinilai responsif terhadap investasi nominal kecil dan transaksi berbasis digital.
"Oleh karena itu, kami juga menerapkan batasan maksimal pembelian 100 gram per orang agar distribusi emas ini merata dan tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu saja," jelas Jajang. (mcr23/jpnn)
Ramadan menjadi momentum perencanaan Haji dan investasi emas di BSI Fest Surabaya.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News