Proyek Padel di Keputih Surabaya Mulai Dibongkar Usai Terbit SP3
“Kalau tidak dibuat plengsengan akan terjadi longsoran. Sekarang lebar sungai justru lebih terjaga,” ujar Johan saat dikonfirmasi, Kamis (19/2).
Johan menambahkan proses perbaikan membutuhkan waktu karena harus melalui pekerjaan struktur seperti pemancangan, pembuatan pedestal, pendirian kolom baru hingga pemotongan atap lama.
“Target kami akhir April selesai karena sempat terpotong libur Lebaran,” katanya.
Dia juga menyebut pihaknya telah menyediakan akses jalan bagi petani tambak sejak tahun lalu melalui depan ruko Eastern tahap 1, termasuk membangun jembatan untuk mempermudah mobilitas.
“Kami tidak pernah memakan sempadan sungai. Semua bangunan berdiri di lahan milik kami,” jelas Johan.
Sebelumnya, Kepala DPRKPP Surabaya Iman Kristian menyatakan hasil verifikasi menunjukkan bangunan padel tersebut melampaui titik koordinat yang telah ditentukan dalam izin PBG.
“Memang terdapat pelanggaran, sehingga kami melayangkan SP3 kepada pemilik bangunan, yakni PT Taman Timur Regency,” kata Iman, Selasa (10/2).
Dia menjelaskan apabila dalam waktu 30 hari sejak SP3 diterbitkan pengembang tidak melakukan penertiban mandiri, Pemkot Surabaya akan mengambil tindakan tegas dengan penertiban paksa menggunakan alat berat.
Bangunan proyek padel di kawasan Eastern Park Keputih Surabaya mulai dibongkar setelah DPRKPP menerbitkan SP3 karena diduga melanggar PBG dan sempadan sungai.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News