Pantauan Hilal Ramadan di Surabaya, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
Selain faktor posisi hilal, kondisi cuaca juga menjadi kendala karena sebagian wilayah Jawa Timur diliputi awan tebal dan mendung. Pemantauan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari ahli falak, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga BMKG.
Hasil rukyatul hilal UINSA nantinya akan dilaporkan melalui jejaring organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama, sebagai bagian dari laporan nasional pemantauan hilal di puluhan titik di Jawa Timur dan seluruh Indonesia.
“Penetapan awal Ramadan tetap menunggu keputusan Sidang Isbat pemerintah yang didasarkan pada data hisab dan laporan rukyat dari seluruh Indonesia,” pungkasnya. (mcr23/jpnn)
Rukyatul hilal di Surabaya tidak terlihat, awal Ramadan 2026 berpotensi jatuh pada Kamis.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News