Kunjungi SMKN 1 Buduran, Khofifah Terkejut Lihat Siswa Sudah Selevel Industri
Sementara itu, Tefa Cafe dan restoran sekolah juga menunjukkan peminat yang tinggi. Seluruh layanan diberikan kepada masyarakat umum sebagai bagian dari praktik nyata melayani publik sesuai bidang keahlian siswa.
Edotel atau hotel praktik SMKN 1 Buduran pun dinilai berjalan sangat profesional. Hotel tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga diminati para wisatawan dan konsumen dari berbagai kalangan.
“Pengelolaannya sudah mendekati standar hotel berbintang. Anak-anak belajar langsung di lingkungan profesional,” jelasnya.
Khofifah menjelaskan model pembelajaran di SMKN 1 Buduran dirancang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, yakni satu minggu teori di kelas dan dua minggu praktik di unit teaching factory.
“Dengan pola seperti ini, dunia usaha dan industri akan semakin percaya. Bahkan banyak siswa yang sudah di-indent sejak kelas XI,” ujarnya.
Menurut Khofifah, tingkat employability siswa SMKN 1 Buduran terlihat nyata, bukan hanya dari keterampilan teknis, tetapi juga dari kemampuan berinovasi dan berwirausaha.
“Mereka tidak hanya memproduksi, tetapi juga memasarkan lewat digital marketing, media sosial, dan platform daring. Ini luar biasa,” katanya.
Khofifah juga mengapresiasi inovasi digital berupa aplikasi Hollyday, karya siswa SMKN 1 Buduran, yang mampu memfasilitasi layanan perjalanan dan akomodasi layaknya platform profesional.
Gubernur Jatim Khofifah kagum melihat teaching factory SMKN 1 Buduran yang sudah setara industri.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News