Ribuan UPPKA Dikonsolidasikan BKKBN di Surabaya, UMKM Keluarga Didorong Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 – 12:37 WIB
Ribuan UPPKA Dikonsolidasikan BKKBN di Surabaya, UMKM Keluarga Didorong Naik Kelas - JPNN.com Jatim
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengonsolidasikan ribuan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dari berbagai daerah dalam Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok UPPKA (AKU) Tahun 2026 yang digelar di Surabaya, Rabu–Kamis (4–5/2). Foto: Source for JPNN

“Usaha tidak hanya soal produk, tetapi juga karakter pelakunya. Tanpa mental yang kuat dan inovatif, UMKM akan sulit bertahan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN yang diwakili Wahidah Paheng, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan ekonomi keluarga merupakan salah satu pilar penting pembangunan kependudukan.

UPPKA dan PKK dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya keluarga muda.

“Saat ini terdapat sekitar 43 ribu kelompok PKK yang terus berkembang. Pembinaan kepada kelompok PKK dan UPPKA harus berjalan beriringan agar ekonomi keluarga semakin kuat,” jelas Wahidah.

Menurutnya, pendekatan pemberdayaan ekonomi kini tidak lagi bertumpu pada pola konvensional, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital.

Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mendorong pelatihan berbasis digital, literasi keuangan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami membangun kerja sama dengan kementerian, dunia usaha, perbankan, hingga mitra CSR untuk mendukung pelatihan dan pengembangan usaha ekonomi keluarga. Literasi keuangan menjadi kunci penting di era digital,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyebut Jawa Timur dipilih sebagai lokasi konsolidasi nasional karena memiliki potensi besar dalam pengembangan kelompok UPPKA.

BKKBN menggelar Konsolidasi Nasional UPPKA 2026 di Surabaya untuk memperkuat UMKM keluarga agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News