Siswa SMP Surabaya Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Jual dari Limbah Bawang Putih
Febrina menilai inovasi tersebut tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sejak dini.
“Kami ingin anak-anak terbiasa berpikir kreatif dan solutif. Kalau pola pikir ini terbentuk sejak dini, ke depan arah pengembangannya akan lebih jelas,” katanya.
Dia berharap kisah Raihan dapat menginspirasi siswa lain di Surabaya.
“Ini adalah success story salah satu anak didik kami. Harapannya, Raihan bisa menularkan semangat inovasi dan kepedulian lingkungan kepada teman-temannya,” ucapnya.
Sementara itu, Raihan mengungkapkan proyek tersebut bermula dari ketertarikannya saat mengikuti ajang lingkungan hidup.
“Dari situ saya tertarik mengolah limbah kulit bawang putih yang selama ini dianggap tidak bernilai,” ujar Raihan.
Pada awalnya, Raihan mengolah kulit bawang putih menjadi tinta spidol ramah lingkungan. Hingga kini, dia telah mengumpulkan sekitar 3,12 ton kulit bawang putih dan mengembangkan produk lanjutan berupa eco enzyme serta sabun cair.
“Dari hasil riset, kulit bawang putih yang dibakar secara tertutup dapat menghasilkan black carbon. Senyawa ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif tinta spidol yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Dispendik Surabaya menggandeng BRIDA untuk kembangkan inovasi pelajar SD yang ubah kulit bawang menjadi produk bernilai jual.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News