Eri Tegaskan Relokasi RPH Pegirian Tetap Berjalan Meski Jagal & Pedagang Menolak
“Tempat itu (belas RPH) akan dijadikan tempat parkir sehinffa tidak ada lagi parkir di jalan. Semuanya akan masuk ke dalam. Jadi, konsepnya ini terintegrasi. Dan konsep ini sudah menjadi konsep yang sudah kita lakukan tahun 2016 dan kami akan jalankan itu,” katanya.
Namun, Eri berjanji akan memfasilitasi para pedagang dan jagal RPH terkait keluhan yang mereka sampaikan, yakni lokasi yang jauh.
“Jadi, saya mohon maaf, kalau harus membatalkan tidak, pasti akan berpindah, tetapi kalau nanti di sana ada yang dilakukan apa, yang insyaallah butuh apa, kami akan penuhi untuk teman-teman jagal. Itu kami lakukan ya,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, jagal dan pedagang melakukan demonstrasi di DPRD Surabaya dan Balai Kota, pada Senin-Selasa (12-13/1) menolak relokasi RPH Pegirian ke TOW.
Alasan penolakan itu karena lokasi yang jauh dan kawasan lalu lintas yang rawan kecelakaan. Mereka sempat bertemu dan audiensi dengan Asisten I Pemerintah Kota Surabaya membidangi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, bersama jajaran direksi RPH.
Namun, audiensi berjalan alot. Pasalnya, relokasi RPH ke TOW ternyata masuk program penataan tata kota pada tahun 2016.
Mendengar jawaban tersebut. Massa aksi tetap menyatakan menolak dan berjanji akan menggelar demo yang lebih besar. (mcr23/jpnn)
Relokasi RPH Pegirian ke TOW tidak bisa dibatalkan karena masuk program pembangunan menengah sejak 2016.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News