Banjir Bengawan Solo Rendam 1.706 Rumah di Lamongan hingga 80 Cm
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Meski demikian, Khofifah meminta seluruh pemangku kepentingan tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Terkait kondisi cuaca, Khofifah menjelaskan berdasarkan data BMKG Juanda, potensi peningkatan curah hujan pada awal 2026 terpantau cukup signifikan.
Sebagai upaya mitigasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan berbagai langkah, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak 5 Desember 2025.
“Upaya ini kami lakukan sebagai ikhtiar lahir, yang tentu kami iringi dengan doa dan kerja bersama di lapangan,” ujar Khofifah. (antara/mcr12/jpnn)
Banjir akibat luapan Bengawan Solo merendam 1.706 rumah di enam kecamatan Lamongan.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News