Terima Permintaan Maaf Armuji, Madas Cabut Laporan di Polda Jatim
Sementara itu, Rektor Unitomo Siti Marwiyah menjelaskan mediasi dilakukan sebagai upaya mencegah konflik yang lebih luas dan menjaga kondusivitas Kota Surabaya.
Menurutnya, klarifikasi diperlukan agar polemik tidak berkembang menjadi gesekan antar-kelompok di tengah masyarakat yang majemuk.
"Saya merasa terpanggil bahwa Surabaya ini harus kondisinya aman. Apa yang sudah terjadi beberapa hari ini harus segera di-clear-kan, jangan sampai ada perpecahan antar-ormas atau kemudian antar-golongan, itu jangan sampai terjadi," tuturnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengakui adanya kekeliruan dalam pernyataannya yang sempat menyebut atribut Madas. Dia pun menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan tidak ada niat menyudutkan organisasi tertentu.
“Kalau itu memang bukan anggota Madas, maka saya mohon maaf atas kekhilafan saya. Tidak ada maksud lain,” kata Armuji.
Dengan hasil mediasi tersebut, kedua pihak sepakat menutup polemik dan tidak melanjutkan proses hukum. Unitomo berharap penyelesaian ini dapat menghentikan spekulasi publik dan menjaga situasi Surabaya tetap kondusif. (mcr12/jpnn)
Universitas Dr Soetomo memediasi Armuji dan Ketua Umum Madas. Hasilnya, laporan dugaan hoaks di Polda Jatim resmi dicabut.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News